CP - 2 MANAGEMENT BISNIS INTERNASIONAL
Ø Modul 3 TEORI
PERDAGANGAN DAN INVESTASI INTERNASIONAL, Jawaban :
Faktor – faktornya adalah:
1. Penawaran : - Biaya Produksi
- Logistik
- Kelestarian Sumber daya
alam
- Akses ke Teknologi
2. Permintaan : - Akses ke pelanggan
- Keunggulan Pemasaran
- Pemanfaatan Keunggulan
bersaing
3. Faktor Politik : - Menghindari hambatan dagang
- Insentif pembangunan
ekonomi
Hambatan – hambatan ekspansi
Perusahaan ke Negara :
a. Batasan kuota
dan tarif bea masuk
b. Perbedaan bahasa,
sosial budaya (cultural)
c. Hambatan operasional
d. Perbedaan mata
uang negara
e. Kualitas sumber
daya yang rendah
f. Adanya organisasi
– organisasi Ekonomi Regional
Strategi dalam menghadapinya adalah dengan memeiksa neraca
Perusahaan. Tahu pasar baru karena pasar asing dapat sepenuhnya berbeda dari
pasar dinegara asal kita. Buat rencana bisnis yang solid dan ditulis dengan
sempurna mencakup potret bisnis, tinjauan bisnis, rencana operasi, analisis
pasar, analisis persaingan, rencana keuangan dan proyeksi bisnis anda. Buat rencana
pemasaran yang agresif. Memiliki rencana untuk meningkatkan modal.
Suatu negara seharusnya
memproduksi dan mengekspor barang dan jasa yang dapat diproduksinya relatif
lebih banyak daripada negara
lain, dan mengimpor barang dan jasa yang dapat diproduksi oleh negara-negara
lain relatif lebih banyak daripada yang diproduksi di negara
tersebut.
Ø Modul 4 SISTEM
MONETER INTERNASIONAL DAN NERACA PEMBAYARAN, Jawaban :
Pelaku Bisnis Internasional
memperhatikan neraca pembayaran setiap negara karena:
1. Membantu mengidentifikasi pasar yang sedang berkembang
2. Sebagai informasi awal tentang kemungkinan kebijakan
suatu negara, yang mungkin berdampak pada iklim bisnis.
3. Sebagai informasi pengurangan cadangan devisa suatu
negara, yang berarti mata uang tersebut
akan terdepresiasi.
4. Sebagai informasi tentang meningkatnya resiko
pemberian pinjaman kepada negara tsb.
Ø Modul 5
KERJASAMA PERDAGANGAN INTERNASIONAL, Jawaban :
1.
Prinsip-prinsip
sistem perdagangan WTO :
a. Tanpa Diskriminasi
Anggota-anggota tidak
boleh melakukan diskriminasi diantara mitra dagangnya’ semua diberi status
negara yang paling diistimewakan dan tidak boleh melakukan diskriminasi antara
produk, jasa, atau kebangsaannya sendiri dan asing (yang menerima “perlakuan
nasional)
b. Lebih Bebas
Anggota-anggota menghilangkan hambatan-hambatan perdagangan melalui
negosiasi
c. Dapat Diprediksi
Anggota-anggota setuju untuk tidak menciptakan hambatan-hambatan
perdagangan secara sewenang-wenang (termasuk tarif dan hambatan non tarif
terhadapperusahaan, investor, an pemerintah.
d. Lebih Mampu Bersaing
WTO mencegah praktik-praktik yang tidak adil seperti subsidi ekspor dan
dumping produk dibawah biaya untuk memperoleh pangsa pasar.
e. Menguntungkan Bagi Negara-Negara Yang Kurang Mampu
WTO memberikan kepada negara-negara yang kurang maju lebih banyak untuk
menyesuaikan diri, fleksibiliitas yang lebih besar dan perlakukan istimewa.
2.
Uni Eropa :
§ Kemajuan kerjasama
politik – keamanan
Pada pertemuan 45th
AMM/PMC/19hARF/2nd EAS FMM pada tanggal 11 Juli 2012, para Menlu menyambut baik
aksesi UE dan Inggris atas TAC, sebagai wujud komitmen UE dalam berkontribusi
untuk menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan ASEAN.
§
Kemajuan Kerjasama Ekonomi dan Perdagangan
UE memberikan dukungan
pada ASEAN melalui program baru “ASEAN Regional Integration Support from the
UE (ARISE)” atau the ASEAN Economic Integration Spport Programme dengan
rencana anggaran sebesar 15jt untuk periode 2011-2015
§
Kemajuan di Bidang Sosial Budaya
ASEAN dan UE telah
menandatangani Regional EU-ASEAN Dialogue Instrumet (READI) pada 15th
ASEAN-EU Miniterial Meeting tahun 2005 untuk memberi landasan bagi
kerjasama isu-isu non-perdagangan, anatar lain Information Society, kesehatan
hewan, perubahan iklim, transportasi, energi an mineral.
3.
NAFTA (Nort American Free trade Agreement)
Persetujuan perdagangan
bebas Amerika utara ini didirikan untuk memajukan dan meningkatkan perdagangan
di kawasn Amerika Utara, dilakukan dengan cara menghilangkan atau mengurangi
hambatan-hambatan dibidang perdagangan, baik dalam bentuk hambatan tarif maupun
nontarif.
4. AFTA (Asean
Free Trade Area)
Kawasan Perdagangan Bebas
Asia Tenggara merupakan organisasi perdagangan bebas ASEAN dengan maksud untuk
mengantisipasi dalam menghadapi era perdagangan bebas dunia.
5. APEC (Asia
Pacific Economic Cooperation)
Didirikan pada bulan
November 1989, merupakan gabungan negara-negara Asia Pasifik Selatan (negara
sedag berkembang) dengan tujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan keadaan
ekonomi negara anggoatanya.
6. ECOWAS
(Economic Community Od West African States)
Didirikan pada tanggal 25 Emi 197
untuk meningkatkan kerjasama dan integrasi antara negara-negara Afrika Barat. Dianggap
sebagai salah satu pilar untuk mencapai “Swasembada Kolektif” untuk
negara-negara anggotanya dengan membuat blok perdagangan tunggal yang besar
melalui penyatuan ekonomi dan perdagangan.
Ø Modul 6
MANAJEMEN STRATEGIS INTERNASIONAL, Jawaban :
a) Strategi Peniruan negara asal
Perusahaan menggunaan kompetensi inti yang dimilikinya sebagai senjata
bersaing.
Perusahaan menggunakan komptensi inti atau keunggulan khusus perusahaan
yang dikembangkan di negara asalnya sebagai senjata bersaing utama di pasar
luar negeri yang dimasukinya
b) Strategi Multidomestik
Anak perusahaan yang beroperasi secara independen.
Perusahaan memandang dirinnya sebagai sekumpulan anak perusahaan yang
beroperasi dengan relatif independen, setia p anak perusahaan berfokus pada
pasar domestic.
c) Strategi Global
Menciptakan barang/jasa yang berstandar tinggi.
Perusahaan memandang
dunia sebagai satu pasar tunggal dan tujuan utamanya adalah menciptakan barang
dan jasa yang memiliki standar tinggi yang mampu memenuhi kebutuhan pelanggan
di seluruh dunia.
d) Strategi Transnasional
Mengkombinasikan keuntaungan dari efisiensi skala global.
Perusahaan
berusaha untuk mengkombinasi keuntungan dari efisiensi skala global dengan
keuntungan dari memberikan tanggapan atas keadaan lokal.
Ø Modul 7
STRATEGI UNTUK MENGANALISA DAN MASUK PASAR LUAR NEGERI, Jawaban :
·
Melakukan
Penilaian Pasar Luar Negeri Alternatif
Dalam menilai pasar luar negeri alternatif, banyak faktor yang harus
dipertimbangkan seperti :
§
Potensi Pasar
Informasi ini dikaji dari : populasi,PDB, Income perkapita, dan
pertumbuhan ekonomi Keputusan akan diambil bila produk yang akan dipasarkan
sesuai dengan kondisi tersebut.
§ Tingkat Persaingan
Perusahaan mengidentifikasi jumlah dan ukuran perusahaan yang bersaing
di pasar tsb, strategi harga, distribusi,kekuatan dan kelemahan.
§ Lingkungan Hukum dan Politik
Kajian tentang kebijakan perdagangan .lingkungan hukum,dan politiknya.
§ Pengaruh Sosiokultural
Fokus pada preferensi konsumen
Informasi beberapa faktor
tersebut dapat diperoleh dengan cara
datang langsung ke wilayah yang dituju, kedutaan, dan tenaga ahli lokal.
·
Mengevaluasi
biaya, keuntungan dan resiko masing-masing pasar
§ Biaya
Biaya langsung melakukan evaluasi terhadap biaya yang
dikeluarkan untuk mendirikan perusahaan, membeli fasilitas tertentu, sdm dll
Biaya kesempatatan (opportunity cost), yaitu mengevaluasi laba
yang akan diperoleh sebagai akibat menunda masuk pada pasar alternatif tertentu.
§ Keuntungan
Perusahaan yang akan masuk ke pasar tertentu karena dianggap akan
memberikan potensi keuntungan yang paling baik.
§ Resiko
Perusahaan yang akan masuk pasar baru akan menghadapi fluktuasi nilai
tukar, kompleksitas operasi, penilaian yang tidak akurat tentang potensi pasar.
·
Memilih pasar
yang paling potensial untuk melakukan ekspansi.
Dalam memilih cara masuk pasar yang paling potensial, perusahaan akan
dihadapkan pada pilihan cara mana yang paling baik.
Pilihan
cara masuk ke pasar tertentu merupakan pilihan antara tingkat resiko yang
ditanggung perusahaan, potensi keuntungan
yang akan didapat, sumber daya yang diperlukan untuk bersaing, dan
tingkat pengendalian yang diinginkan.
Ø Modul 8
PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN ORGANISASI INTERNASIONAL, Jawaban :
Perancangan Organisasi Global
Lima bentuk perancangan organisasi
global yang paling umum adalah :
Ø Perancangan Produk Global
Ø Perancangan Area Global
Ø Fungsional
Ø Pelanggan
Ø Dan Matriks
Ø Perancangan global
campuran (hybrid global design)
1. Perancangan Produk Global
Mengatur agar produk atau kelompok produk tertentu dikerjakan menurut
divisi-divisi operasi diperusahaan tersebut. Cocok digunakan apabila perusahaan
memiliki berbagai lini produk atau jika lini produknya dijual di berbagai pasar
yang berbeda.
2. Perancangan Area Global
Perancangan area global bermanfaat untuk perusahaan yang memakai
filosofi plisentris atau multidomestik, serta bagi perusahaan yang strateginya
berupa dorongan pemasaran (marketing driven).
3. Perancangan Fungsional Global
Global functional design
Mengharuskan perusahaan mendirikan departemen atau divisi yang memiliki
tanggungjawab global untuk fungsi-fungsi organisasi seperti : kreuangan,
oprasi, pemasaran, dll
4. Perancangan Pelanggan Global
Digunakan ketika perusahaan melayani pelanggan atau kelompok pelanggan yang
berbeda-beda, masing-masing dengan kebutuhan khusus.
5. Perancangan Matriks Global
6. Perancangan Global Campuran (hybrid global design)
Kebanyakan perusahaan multinasional menciptakan perancangan organisasi
campuran yang paling sesuai dengan tujuan perusahaan. Seperti ditunjukan
sebagaian oleh ukuran, strtegi, teknologi,lingkungan, dan budaya perusahaan.
Teknik Pengendalian
Ø Sisterm Akuntansi, Aluntansi merupakan sitem
komprehensif untuk mengumpulkan, maneganalisa, dan mengkomunikasikan data
tentang sumber keuangan perusahaan
Ø Ratio Kinerja, adalah indeks numerik kinerja yang
ingin dikendalikan oleh perusahaan, yang umum digunakan adalah perputaran
persediaan.
Ø Prosedur, adalah kebijakan, prosedur standar operasi,
aturan dan peraturan yang dapat digunakan sebagai alat pengendalian.
VINDA ASYUNIARI
01218141
MANAGEMENT "B"
Komentar
Posting Komentar